Adu Jaten Parebut Seeng di Kampung Budaya Bogor

Rabu, 19 Maret 2014




Langit Bogor membiru cerah. Tradisi Adu Jaten di Kampung Budaya Bogor sudah menampakkan kesibukan. Walau teriknya matarahari membakar kulitku. Semangat ingin melihat pertandingan budaya sunda begitu tinggi. Di lokasi kampung budaya nampak berderet rapih saung ciri khas kampung budaya. Dinding dari bambu anyam. Atap dari ijuk. Depan halaman banyak tumbuh pohon bambu kuning. 
Beranjak siang. Kampung Budaya Sindang Barang Bogor sudah mulai ramai oleh para jawara dan penonton. Mereka datang dari desa-desa sekitar Bogor. Untuk turut rembug melestarikan Adu Jaten Parebut Seeng. Pertunjukkan ini salah satu ritual adat sunda yang digelar di Kampung Budaya Sunda Bogor. Tujuaanya agar budaya ini tidak punah. Malah bangkit kembali diacara-acara besanan (tunangan). 
Kontestan perempuan dari Cimande. Menarik perhatian awak media cetak dan televisi. Baju hitam-hitam. Rambut keriting. Kulit putih bersih. Polesan lipstik, sapuan bedak nampak kentara. Berdandan cantik walau akan bertanding pencak silat. 


Dalam Adu Jaten Parebut Seeng ini, seeng yang dibawakan adalah tempat menanak nasi khas sunda. Terbuat dari tembaga. Acara ini merupakan sebuah acara simbolik besanan. Seeng dibawakan oleh pendekar laki-laki untuk diserahkan kepada calon mempelai wanita. Tidak begitu saja pihak laki-laki menyerahkan seengnya. Seeng harus didapat dengan adu kekuatan antara pihak laki-laki dan perempuan. Nah, disinilah perebutan seeng dimulai.
Matahari sudah mulai menggigit rasanya. Seiring dengan para jawara berdatangan. Alunan gendang dan suling menyambut para tamu yang hadir. Aku melihat ada serombongan anak-anak SD dan SMP. Aku duduk dekat penabuh gong. Bunyinya memekakan telinga. Buru-buru aku mengeluarkan kamera. Mencari posisi bidikan yang powerfull. Siap merekam adu kekuatan yang hanya ada di Bogor ini.
Adu Jaten Parebut Seeng ini merupakan ritual adat perkawinan khas Cimande. Namun demi budaya ini tetap lestari. Kelompok paguyuban pencinta budaya sunda khususnya pesilat Cimande, mengadakan acara ini setahun sekali. Kampung Budaya Sindang Barang Bogor dimana atraksi ini digelar. Para sesepuh menginginkan agar budaya ini tak lekang oleh arus modernisasi. Tetap ada dalam bagian prosesi perkawinan di daerah Bogor. 


Masyarakat sunda di kampung-kampung kalau memasak nasi di seeng ini. Dibeberapa tempat masih ada yang masih menggunakannya. Walau bahan seengnya bukan lagi dari tembaga, melainkan dari bahan lain. Seeng dalam prosesi simbolik tunangan adat sunda melambangkan kesejahteraan. Seeng yang semakin banyak dibawa pihak laki-laki menandakan banyak kesejahteraan. Saat ini Adu Jaten Parebut Seeng menjadi acara pelestarian budaya, tepatnya di Kampung Budaya Sindang Barang Bogor. Warisan budaya Cimande yang ada didunia satu-satunya. 
Kampung budaya menjadi tempat wisata budaya. Kampung ini berada di Kampung Pasir Eurih Desa Taman Sari Kec.Taman Sari, Kabupaten Bogor.
Penilaian dalam Adu Jaten ini mencakup penilaian Wiraga, yaitu gerakan menghadapi lawan, menangkis serangan, pasang kuda-kuda, dan teknis ketangkasan lainnya. Penilaian dari segi Wirahma . Yang di nilai adalah keselerasan, kesesuaian dan seragam yang dikenakan. Keunikan tampilan hiasan seeng masuk dalam cakupan penilaian juga.



Aku menikmati pertandingan ini. Gerakan-gerakan lincah para jawara sekilas begitu sempurna. Iringan penabuh gendangpun menambah semangat para pengikut kompetisi. Aku bergerak mengikuti gerak mereka untuk mendokumentasikan pagelaran budaya sunda ini.
Adu Jaten Parebut Seeng selain untuk melestarikan tradisi. Juga dimaksudkan untuk mencari bibit muda Jawara Silat Cimande. 
Suka artikel ini! Tolong share ke teman-teman mu ya :)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

MOST READING

Tweets..Tweets..Tweets